Jakarta, IDN Times – World Conference on Creative Economy (WCCE) akan digelar di Nusa Nua Dua, Bali pada 6-8 November mendatang ini memiliki potensi untuk membuat Indonesia unggul di bidang ekonomi kreatif. Forum ini akan mempertemukan sekitar 1.500 para pelaku ekonomi, ekonomi kreatif, regulator, dan akademisi dari 100 negara.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) sebelumnya telah menggelar Pertemuan Persiapan WCCE di Bandung, 4-7 Desember 2017  dan di Jakarta 2-4 Mei 2018.

1. Indonesia harus menjadi ‘leader’

Bekraf Ingin Indonesia Unggul di Ekonomi Kreatif(Triawan Munaf) IDN Times/Angela Monica

Ketua Bekraf Triawan Munaf menilai Indonesia harus unggul di bidang ekonomi kreatif karena negara ini punya semua syarat yang diperlukan. “Indonesia harus menjadi leader, karena kita punya semua, keberagaman,” kata Triawan, baru-baru ini.

Triawan Munaf menegaskan, potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat besar. Ia mengambil contoh apa yang dipasarkan Tokopedia bukan produk berbasis sumber daya alam, tapi produk-produk kreatif. “Bukan minyak dan gas bumi,” ujarnya.

2. Harapan terciptanya kolaborasi

Bekraf Ingin Indonesia Unggul di Ekonomi Kreatif(Abdurrahman M. Fachir) IDN Times/Angela Monica

Dengan gelaran WCCE di Bali tersebut, Munaf berharap akan tercipta kolaborasi antara pelaku ekonomi kreatif di Indonesia dan mitranya di mancanegara. “WCCE bukan pameran. Ini konferensi untuk berdiskusi secara terbuka. Di konferensi ini akan banyak lahir kesepakatan-kesepakatan, common understanding, kerja sama. Kita tidak bisa maju sendiri,” ujar dia.

Di bidang perfilman, misalnya, pemerintah Indonesia membuka pintu bagi investror asing. Triawan mengambil contoh film Wiro Sableng adalah film yang produksinya melibatkan investor asing.  ”Kita buka peluang investasi bagi investor dari luar. Jumlah layar (bioskop) kita naik dari 600 layar sekarang lebih dari seribu layar,” jelasnya.

3. Akan hadir pencetus ekonomi kreatif, John Howkins

Bekraf Ingin Indonesia Unggul di Ekonomi Kreatif(Johm Howkins) www.johnhowkins.com

WCCE 2018 dijanjikan akan sangat menarik karena pencetus istilah ekonomi kreatif, John Howkins, akan hadir sebagai pembicara. John Howkins memperkenalkan istilah ekonomi kreatif dalam bukunya berjudul The Creative Economy: How People Make Money from Ideas yang terbit pada 2001.

Pembicara lain yang juga bakal tampil, antara lain: produser film dan teater dari Nigeria, Bolanle  Austen-Peters dan CEO China Film Corporation, Le Kexi. Sementara pembicara dari Indonesia, antara lain Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan pendiri serta pemilik Tokopedia, William Tanuwijaya.

Rencananya, perwakilan The Walt Disney Company juga akan hadir di WCCE 2018. Perusahaan hiburan dari Amerika Serikat itu akan memanfaatkan momen WCCE 2018 ini untuk merayakan ulang tahun Mickey Mouse yang ke-90 lho.

4. Perkembangan ekonomi kreatif yang pesat

Bekraf Ingin Indonesia Unggul di Ekonomi Kreatif(Abdee Negara) IDN Times/Angela Monica

Ekonomi kreatif Indonesia dinilai berkembang sangat pesat. Pada 2015, ekonomi kreatif menyumbang Rp852 triliun atau 7,38 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Tahun 2017, ekonomi kreatif menyumbang PDB sebesar Rp990 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 17,4 persen. Tahun ini, ekonomi kreatif diproyeksikan menyumbang PDB sebesar Rp 1.041 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 18,2 persen.

Tiga subsektor utama yang menopang Ekonomi Kreatif Indonesia, yakni kuliner, fashion dan kriya. Subsektor ekonomi kreatif lain yang pertumbuhan bagus, antara lain film animasi dan video, desain komunikasi visual, serta aplikasi dan pengembangan game.

Sumber: https://www.idntimes.com/business/economy/angela-monica/bekraf-ingin-indonesia-unggul-di-ekonomi-kreatif